Komisi Gratis

The Hacker

TheHack3r.com

Jumat, 11 Desember 2009

autosave

Kumpulan Artikel Komputer – 03 1
19 Februari 2006 (Edit: 30 Juli 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
MENAMBAHKAN FITUR AUTOSAVE DALAM MS EXCEL 2000
da satu hal yang cukup mengganggu bagi pengguna “setia” MS Excel 2000
yang tidak dijumpai pada versi yang lebih tinggi (MS Excel XP, 2003 atau
2007) yaitu ketiadaan fitur autosave. Sehingga muncullah semacam
“kewajiban” menekan tombol Ctrl + S secara periodik, untuk melakukan penyimpanan
secara manual.
Kendatipun demikian, bukanlah solusi yang praktis jika ketiadaan fasilitas
tersebut serta-merta mengharuskan untuk meng-upgrade ke versi MS Office diatasnya,
karena ternyata fasilitas yang dicari tersebut sebenarnya sudah tersedia, hanya saja
belum ter-install dalam keadaan standar (default). Uniknya, MS Excel 2000
menyediakan fasilitas tersebut sebagai tool tambahan (add-in).
Berikut ini cara untuk menambahkan fitur Autosave tersebut:
1. Buka MS Excel 2000.
2. Pilih menu Tools > Add-Ins…
Gambar 1
3. Pada kolom Add-Ins available, beri tanda pada Autosave Add-in. Klik OK.
Gambar 2
A
Kumpulan Artikel Komputer – 03 2
19 Februari 2006 (Edit: 30 Juli 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
4. Berikutnya akan muncul pemberitahuan bahwa fitur tersebut belum ter-install.
Masukkan CD-1 Setup MS Office 2000. Lalu klik Yes.
Gambar 3
5. Bila semuanya berjalan lancar maka pada menu Tools akan muncul pilihan
Autosave dalam keadaan aktif.
Gambar 4
Kemudian yang perlu dilakukan adalah mengatur supaya Autosave menyimpan hasil
pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan seperti berikut ini:
1. Buka kembali menu Tools > Autosave seperti di atas.
2. Isikan tiap berapa menit Autosave akan melakukan penyimpanan pada pilihan
Automatic Save Every xx Minutes (Gambar 5). Standarnya tiap 10 menit sekali.
Fasilitas Autosave juga dapat dimatikan dengan menghilangkan tanda centang di
samping kiri pilihan tersebut (meski hal ini tidak disarankan).
Gambar 5
3. Jika pengguna terbiasa membuka beberapa file Excel sekaligus pada satu
kesempatan, maka ada baiknya untuk memilih Save All Open Workbooks.
Pilihan Save Active Workbook Only akan membuat Autosave hanya
menyimpan workbook yang sedang terbuka pada saat itu.
4. Jika konfirmasi dalam bentuk apapun tidak diperlukan saat Autosave melakukan
penyimpanan, maka hilangkan tanda centang pada Prompt before saving.
5. Klik OK.

Sabtu, 05 Desember 2009

RESTORE IN SAFE MODE

Kumpulan Artikel Komputer – 10 1
5 Desember 2007 (Edit: 28 Desember 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
MENJALANKAN SYSTEM RESTORE PADA SAFE MODE
tiliti System Restore berfungsi untuk mengembalikan kondisi Sistim Operasi
Windows pada suatu kurun waktu tertentu. Kehadirannya sebagai salah satu
perangkat sistem pertama kali diperkenalkan pada Windows ME. Utiliti ini memiliki
peranan penting, manakala terdapat suatu masalah kritis yang tidak dapat ditangani
secara teknis, misalnya saat Windows tiba-tiba sering mengalami “crash”, sistem
registry yang terkorupsi, dan semacamnya.
Bila dihadapkan dengan problem tersebut, berkat adanya System Restore, maka sistem
dapat dikembalikan pada titik terakhir saat semuanya masih berjalan normal.
Tentunya hal ini akan sangat memudahkan proses pemeliharaan (maintenance) dari
sebuah komputer, bahkan bagi orang yang masih awam sekalipun.
Kendatipun demikian, pada beberapa kasus misalnya jika Windows XP tidak dapat
booting secara normal, System Restore juga dapat dijalankan pada Safe Mode seperti
berikut ini:
1. Lakukan boot ulang pada komputer. Jika sistem “macet”, pergunakan tombol
Reset.
2. Saat muncul informasi BIOS, segera tekan tombol F8.
3. Tergantung dari tipe motherboard dan jenis BIOS yang dipergunakan, adakalanya
muncul menu untuk memilih media yang dipergunakan untuk proses booting,
seperti Please select boot device atau semacamnya. Pilihlah harddisk yang akan
diperbaiki sistemnya, sebagai contoh PM-MAXTOR 6KO40LO untuk harddisk
PATA Maxtor 40 GB. Jika menu tersebut tidak muncul, langsung lanjutkan ke
langkah 5.
4. Berikutnya, tekan Enter dan tombol F8 secara cepat dan berurutan.
5. Jika pada harddisk tersebut terdapat lebih dari satu jenis sistem operasi (multiboot),
maka pada tampilan menu Please select the operating system to start,
pilihlah sistem operasi yang akan dibenahi (pada contoh ini Microsoft Windows
XP Professional Edition).
6. Saat kursor menunjuk ke sistem operasi tersebut, tekan tombol F8.
7. Dari berbagai pilihan yang muncul, pilihlah Safe Mode.
U
Kumpulan Artikel Komputer – 10 2
5 Desember 2007 (Edit: 28 Desember 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
8. Pada pilihan Safe Mode, jika terdapat sistem operasi Windows yang lain, pilihlah
Microsoft Windows XP Professional Edition sebagaimana langkah 5 diatas.
Tunggu proses booting hingga selesai.
9. Dengan asumsi semua berjalan normal, maka berikutnya akan muncul layar login.
Masuklah ke Windows dengan menggunakan akun Administrator (atau user lain
yang memiliki kewenangan setara dengan Administrator).
10. Pada tampilan berikutnya akan muncul informasi bahwa Windows sedang
berjalan pada Safe Mode. Pilihlah No untuk menjalankan System Restore.
Gambar 1
11. Selanjutnya, pastikan untuk memilih Restore my computer to an earlier time.
Klik Next.
Gambar 2
Kumpulan Artikel Komputer – 10 3
5 Desember 2007 (Edit: 28 Desember 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
12. Sesampai pada menu Select Restore Point, pilihlah suatu tanggal pada kalender
saat komputer masih berfungsi secara normal (On this calendar, click a bold
date). Pilih salah satu titik Restore pada menu di samping kanan (On this list,
click a restore point). Klik Next.
Gambar 3
13. Periksa kembali apakah titik Restore pada Selected Restore Point tersebut
adalah sebagaimana yang diinginkan pada tampilan jendela Confirm Restore
Point Selection (Gambar 4). Tekan kembali tombol Back dan aturlah lagi jika
keliru. Jika benar, klik Next. Komputer akan mengalami booting ulang secara
otomatis jika proses ini selesai.
14. Jika semuanya berjalan lancar, maka semestinya komputer sudah dapat boot ke
Windows. Proses restorasi yang berjalan sukses akan dikonfirmasikan
sebagaimana pada Gambar 5.
Kumpulan Artikel Komputer – 10 4
5 Desember 2007 (Edit: 28 Desember 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
Gambar 4
Gambar 5

REPAIR WORD

Kumpulan Artikel Komputer – 05 1
7 Oktober 2006 (Edit: 10 Agustus 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
MENGATASI KEGAGALAN MEMBUKA DOKUMEN
DI MS WORD
ungkin sekali waktu pesan kesalahan seperti pada Gambar 1 berikut ini pernah
dijumpai oleh pengguna MS Word pada saat hendak membuka suatu dokumen.
Jika dokumen tersebut sebelumnya dapat dibaca pada MS Word versi terdahulu,
misalnya MS Word 2000, maka berarti permasalahan terletak pada ketidakkompatibelan
format dokumen (*.doc).
Gambar 1
Kendatipun aneh, karena MS Word versi terbaru seharusnya bisa membaca dokumen
yang dibuat oleh MS Word versi sebelumnya, masalah ini bisa dijumpai pada suatu
dokumen yang dibuat secara berpindah-pindah dari satu komputer ke komputer lain
yang menggunakan MS Word dengan versi yang berbeda-beda.
Berikut ini langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut:
1. Buka dokumen tersebut pada komputer yang menggunakan MS Word versi
sebelumnya, atau komputer yang terakhir kali dapat membukanya dengan baik.
2. Pilih menu File > Save As…
3. Pilihlah Rich Text Format pada Save as Type.
Gambar 2
Dokumen tersebut kemudian akan memiliki ekstensi *.rtf.
4. Tutup MS Word, dan pindahkan dokumen baru tersebut ke komputer yang
menggunakan MS Word 2003 atau versi lain yang lebih tinggi.
5. Buka lagi dokumen tersebut.
M
Kumpulan Artikel Komputer – 05 2
7 Oktober 2006 (Edit: 10 Agustus 2007)
© 2007 Arief Hendra Saptadi
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi
naskah tanpa seijin Penulis.
Seharusnya permasalahan tersebut sudah berakhir. Tentunya akan lebih baik lagi jika
file tersebut disimpan kembali dengan format dokumen (*.doc) seperti langkah 2-3 di
atas, karena selain dapat dibaca dengan baik pada MS Word versi sebelumnya (terutama
MS Word 2000), format ini juga menghasilkan ukuran file yang lebih kecil
dibandingkan dengan Rich Text Format (RTF). Selain itu usahakan pula untuk
mengerjakan dokumen tersebut dalam format RTF dahulu, jika proses pengerjaannya
dilakukan secara berpindah-pindah antar komputer. Lalu setelah selesai, simpan
kembali dengan format Word Document (DOC).